Bekal Terakhir – Cerpen Karya Yuditeha
Malam ini suamiku akan kembali berangkat berlayar. Baju bersih dan perlengkapan miliknya sudah kumasukkan ke koper. Empat…
continue reading..
Kamar Ganti Nomor 0 – Cerpen Adnan Guntur
Aku tinggal di antara gumpalan debu bedak, wig terbakar, dan sisa-sisa cahaya yang tak lagi percaya pada…
continue reading..
Satu Sentimeter dari Luka – Cerpen Yuditeha
Gerimis turun dengan malas. Langit tampak ragu-ragu, seakan sedang mempertimbangkan apakah layak mencurahkan seluruh kesedihan ke kota…
continue reading..
Sucipto – Cerpen Diana Rustam
Pada waktu-waktu yang seharusnya Sucipto merasa gembira karena tujuannya hampir tercapai, sesuatu yang aneh terjadi. Akhir-akhir ini,…
continue reading..
Ayah Tidak Mati, Ia Membatu – Cerpen Karya Yuditeha
Pagi di Desa Seroja datang seperti biasa, lamban, sedikit berdebu, dan terlalu tenang untuk disebut hidup. Kabut…
continue reading..
Jawil ingin Tidur Selamanya – Cerpen Karya Yuditeha
Di antara pemuda seumurannya di Kampung Papahan RT 03, RW 07, hanya Jawil yang belum bekerja. Lebih…
continue reading..
Pedoman Untuk Insaf – Cerpen Karya Yuditeha
Subir selalu percaya, kebijaksanaan besar terkadang datang dari hal-hal sederhana yang sering diabaikan. Seperti halnya kisah apel…
continue reading..
Pisau Khidir – Cerpen karya Muchamad Aly Reza
Matahari lingsir di atas kepala. Seperti sejak hari pertama puasa, tengah hari itu, Misbah gegas menuju bawah…
continue reading..
Jouska Marhun – Cerpen karya Muhammad Faisal Akbar
Ketika itu Marhun tengah melendeh lesu di bangku taman, yang terletak tak jauh dari perancah bambu yang…
continue reading..