
Dialog Malam yang Abadi
Lagi-lagi, dia meneleponku. Seperti biasanya, di jam sepulang kuliah ini, aku sering mendapat telepon darinya. Kira-kira, sudah dua bulan ini. Dia adalah wanita yang kusukai. Kali ini aku tidak lagi bergegas menghampirinya. Padahal aku tahu, apa yang sebenarnya dia lakukan saat ini hanya lah ingin melihatku bergegas menghampirinya di atas

