Category: Kotak Nyangkem

Dekonstruksi Ogoh-Ogoh sebagai Teks Perlawanan dan Resolusi Kosmis

Mari kita sejenak mengambil jarak dari hiruk-pikuk modernitas yang mereduksi kebudayaan menjadi komoditas etalase pariwisata. Ketika berbicara tentang Bali, lensa kapitalisme global kerap membingkai tradisinya sebagai “eksotisme visual”. Namun, jika ditelaah lebih lanjut, kita akan menemukan bahwa tradisi Bali menyimpan daya ledak intelektual, dan salah satu manifestasi epik dari daya

Selengkapnya »

Pengalaman Jadi Admin Jurnal, Ketika Mahasiswa Lebih Percaya Joki daripada Website Resmi

Beberapa perguruan tinggi di Indonesia menetapkan publikasi artikel ilmiah sebagai syarat kelulusan mahasiswa. Tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa sebab penerbitan artikel membutuhkan proses yang cukup panjang. Selain itu, ternyata tidak semua mahasiswa memahami proses menerbitkan artikel ilmiah. Kenyataan tersebut saya temui langsung selama menjadi tim pengelola jurnal. Sudah lebih

Selengkapnya »

Literasi Bencana dan Psikologi Respons: Siap di Teori, Gagap di Realitas

Setiap tahun, 26 April menjadi peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana. Sebuah momentum yang seharusnya mengajak kita untuk meninjau kembali cara kita memaknai kesiapan menghadapi krisis. Sayangnya, wacana mengenai manajemen pra-bencana di Indonesia tidak jarang terjebak pada pengadaan teknis teknologi pemantauan sensoris yang seakan dapat menghalau atau menghentikan bencana. Padahal, karakteristik bencana

Selengkapnya »
Pohon bagian dari krisis iklim

Pelanggaran Tata Ruang Kawasan Lindung dan Ancaman Bencana Ekologis

Ruang hidup adalah entitas terbatas yang menopang keberlangsungan hidup makhluk, termasuk manusia. Dalam perspektif yang memihak kepada rakyat, penataan ruang seharusnya menjadi perisai yang melindungi masyarakat dari bencana dan menjamin keadilan antargenerasi. Sayangnya, pelanggaran tata ruang kawasan lindung terus terjadi dan menggerus fungsi perlindungan ruang tersebut. Secara filosofis dan yuridis,

Selengkapnya »