Category: Esai

Jalan dan Dinamika Kebudayaan

Di akun-akun media sosial yang berbasis jurnalisme warga, kita mudah menemukan konten peristiwa terkini. Baik itu video pencurian, rekomendasi tempat nongkrong, bencana, kehilangan orang, hingga kecelakaan. Akun tersebut tak sedikit pula yang menyertakan nama kota atau kabupaten tertentu. Mereka terkadang mengunggah video hasil dari pengelolanya. Terkadang pula hasil dari kiriman

Selengkapnya »

Mengapa “Keadilan” Hanyalah Dongeng Pengantar Tidur Elit

Selamat datang di dunia tempat “Keadilan” menjadi kata benda yang paling sering diperkosa dalam pidato politik. Sebagai mahasiswa hukum, kita dipaksa memuja dewi Themis yang matanya tertutup kain. Faktanya, kain itu ada agar sang dewi terhindar dari pemandangan kotor tentang timbangan yang ia pegang di bawah meja. Keadilan dalam ruang

Selengkapnya »

Bahasa Indonesia Membuat Saya Terus-terusan Jomblo

Malam lalu, di ruangan rumah sakit, saya memperoleh jawaban mengapa saya terus-terusan jomblo. Sederhana saja ternyata. Apa itu? Saya tak fasih berbahasa Indonesia! Kehidupan selepas menikah ternyata sangat bahasa Indonesia sekali. Kawan saya, yang saat itu lagi terkena anemia, mendadak ditelpon oleh istrinya yang ada di ruang seberang. Si istri

Selengkapnya »

OSS: One Stupid System

Ikhtiar Indonesia dalam membendung laju peningkatan angka pengangguran masih berada dalam ruang utopia. Hampir seluruh program gagasan elemen pemerintahan hanyalah produk ‘gegar budaya’ bagi kemajemukan masyarakat yang dirias oleh pseudo-generasi emas. Pada sirkulasi tersebut, kita diharuskan percaya adanya amatan-amatan dari pegiat ekonomi untuk bermandiri menciptakan peluang kerja di tengah kehidupan

Selengkapnya »

Kian Kritis, Semestinya Kian Malas Sambat

Membaca sebuah esai sambat di Nyangkem soal seorang yang merasa tak beroleh validasi lingkungan—lantaran kawannya sensitif—dari sikap kritisnya di kampus, sebuah pertanyaan segera saja meletup di kepala, “Apakah si penulis juga lagi sama kritisnya saat menulis esai refleksi ini? Atau, apakah sikap kritis itu hanya menikam tajam keluar, tapi tumpul

Selengkapnya »