Category: Sastra

Kepada Shei dan Puisi Lainnya oleh Anugrah Pratama

Kepada Shei    Aku senang  membayangkan  hal-hal yang indah.   Kubayangkan matamu menjadi rumah paling megah: tempat di mana lelah perlahan luluh.   Kubayangkan dunia dan segala keelokannya  terkumpul di sela senyummu  setiap pagi.   Aku senang  membayangkan  hal-hal yang indah.   Kubayangkan tubuhku  pulang ke dalam tubuhmu  setiap saat.

Selengkapnya »

Jika Tak Lagi Boleh Mendedahkan Curahan, Bagaimana Kita Bangun dari Kejatuhan?

Membaca tulisan berjudul “Kian Kritis, Semestinya Kian Malas Sambat” saya terasa kian malas sebenarnya untuk membalasnya. Bukan karena tak lagi penting, tetapi sebenarnya setelah membacanya berulang, agaknya justru malah membuat saya semakin greget— karena melihat beberapa kurang lagi memahami maksud-maksud saya yang termaktub dalam sebongkah esai yang saya tulis sebelumnya.

Selengkapnya »

Yang Kusebut Rumah

Kenalkan, kucingku bernama Dono. Entah dari mana nama itu datang. Bukan juga terinspirasi dari siapa-siapa. Waktu dia masih kecil, nama itu saja yang tiba-tiba terlintas di kepalaku. Seolah sudah cocok sejak awal. Dono bukan kucing yang istimewa. Dia tidak terlalu aktif, tidak juga manja berlebihan. Tapi entah kenapa, dia selalu

Selengkapnya »

DI GERBONG KERETA

Suasana seperti tidak biasa menyembunyikan remang-remang kekhawatiran seorang ibu yang menghantar anaknya untuk kuliah. Aku mendengar sebuah kata terlontar dari bibir sendu seorang ibu bahwa kali ini ia benar-benar tidak bisa melepaskan gadis kecilnya. Suara itu terucap disertai desak tangis yang mengiba. Namun, putri cantiknya tetap menguatkan dan berkata tidak

Selengkapnya »

Ritus Bintang Jatuh, Cerpen Karya Sifaul Khuluf

  Kami suka dengan bintang yang mengambang di langit. Laksana cermin, mata kami berbinar-binar memandang para bintang. Sinar mereka indah berpendar luar biasa menyinari sekelilingnya. Meski tampak begitu jauh, para tetua kami bilang, bahwa kami kelak juga akan menjadi bintang. Kami percaya, bintang yang ada di langit itu pasti suatu

Selengkapnya »

Perempuan yang Memetik Bintang untuk Ibunya-Cerpen oleh Depri Ajopan

Mereka memperhatikan saya yang melangkah gontai melewati lorong sempit itu, kemudian menerobos masuk ke dalam hutan membawa hati yang terguncang. Angin kencang yang berhembus menyeret debu jalanan menerpa pohon-pohon besar yang berjejer, rantingnya meliuk-liuk. Rambut saya yang tergerai diterjang angin menutup kecantikan saya.  “Mishel, kau mau ke mana? Kau lihat

Selengkapnya »