Category: Sastra

Ritus Bintang Jatuh, Cerpen Karya Sifaul Khuluf

  Kami suka dengan bintang yang mengambang di langit. Laksana cermin, mata kami berbinar-binar memandang para bintang. Sinar mereka indah berpendar luar biasa menyinari sekelilingnya. Meski tampak begitu jauh, para tetua kami bilang, bahwa kami kelak juga akan menjadi bintang. Kami percaya, bintang yang ada di langit itu pasti suatu

Selengkapnya »

Perempuan yang Memetik Bintang untuk Ibunya-Cerpen oleh Depri Ajopan

Mereka memperhatikan saya yang melangkah gontai melewati lorong sempit itu, kemudian menerobos masuk ke dalam hutan membawa hati yang terguncang. Angin kencang yang berhembus menyeret debu jalanan menerpa pohon-pohon besar yang berjejer, rantingnya meliuk-liuk. Rambut saya yang tergerai diterjang angin menutup kecantikan saya.  “Mishel, kau mau ke mana? Kau lihat

Selengkapnya »

Tanpa Judul dan Puisi Lainnya Karya Adnan Arinal Haq

Tanpa judul   ​Melihat taburan kepedulian di atas instansi kematian hanyalah suatu hal lazim bagi. imajinatif malaikat. ​Berseberangan di bawah rak sepatu TPU, seseorang mengeming:  “Wajah-wajah ayat sekarang terdengar lirih & suaka iblis elektronik menghantui kenalan sukma semasa kecil dulu & memasak tumisan senyum bayangan lalu.” ​Wajah itu menatap sentimen, napasnya

Selengkapnya »

Kota Tua dan Puisi Lainnya Karya Pitrus Puspito

KOTA TUA O, langit tua  di kota yang renta   Tak ada capung dan kupu-kupu di antara bunga liar penuh debu itu hanya derap langkah kaki terburu-buru tanpa ucap sapa, tanpa ramah gurau   Burung-burung tak memiliki pohon yang semestinya mereka kunjungi hanya bentang kabel dan tiang beton gedung kaca

Selengkapnya »
Ilustrasi Tiada Duka Atasmu dan Puisi Lainnya (www.pinterest.com)

Tiada Duka Atasmu dan Puisi Lainnya Karya Yasmin Nabilah

Tiada Duka Atasmu Penyair lain memungut puisi dari bibir kekasihku. Juliet, seharusnya kau tak mati karena cinta. Seketika aku tak begitu membenci Rita. Kekasihku menjadi muza bagi puisi-puisi lain, tapi persetan dengan sirine ambulan dan mobil polisi yang mengiung kencang di kepalaku, aku masih bisa mencium bau hujan yang kering,

Selengkapnya »
Ilustrasi Puisi 2008 dan Lainnya (www.pinterest.com)

2008 dan Puisi Lainnya Karya Agoy Tama

2008   di sekolah menengah pertama aku biasa saja: belajar matematika dengan giat dan belajar mati-matian dengan niat perihal cinta dan menulis sebuah surat.   di sekolah menengah pertama aku biasa saja: membilang siapa saja paling menarik dan menentukan siapa yang terbaik tentang perasaan dan sekadar fisik.   di sekolah

Selengkapnya »