Category: Puisi

Karet Gelang dan Puisi Lainnya dari Anik Hailaqhari

Karet Gelang Mama menggantung karet gelang di gagang pintu: merah, kuning, pucat, beberapa sudah retak di kulitnya. Setiap pulang pasar bertambah satu. Tak pernah dihitung. Siang tadi satu putus saat mengikat gula. Bekasnya merah di jari mama. Ia diam sebentar, lalu memilih lingkaran lain. Malam, pintu dibuka-tutup. Karet-karet itu berayun

Selengkapnya »

Kepada Shei dan Puisi Lainnya oleh Anugrah Pratama

Kepada Shei    Aku senang  membayangkan  hal-hal yang indah.   Kubayangkan matamu menjadi rumah paling megah: tempat di mana lelah perlahan luluh.   Kubayangkan dunia dan segala keelokannya  terkumpul di sela senyummu  setiap pagi.   Aku senang  membayangkan  hal-hal yang indah.   Kubayangkan tubuhku  pulang ke dalam tubuhmu  setiap saat.

Selengkapnya »

Tanpa Judul dan Puisi Lainnya Karya Adnan Arinal Haq

Tanpa judul   ​Melihat taburan kepedulian di atas instansi kematian hanyalah suatu hal lazim bagi. imajinatif malaikat. ​Berseberangan di bawah rak sepatu TPU, seseorang mengeming:  “Wajah-wajah ayat sekarang terdengar lirih & suaka iblis elektronik menghantui kenalan sukma semasa kecil dulu & memasak tumisan senyum bayangan lalu.” ​Wajah itu menatap sentimen, napasnya

Selengkapnya »

Kota Tua dan Puisi Lainnya Karya Pitrus Puspito

KOTA TUA O, langit tua  di kota yang renta   Tak ada capung dan kupu-kupu di antara bunga liar penuh debu itu hanya derap langkah kaki terburu-buru tanpa ucap sapa, tanpa ramah gurau   Burung-burung tak memiliki pohon yang semestinya mereka kunjungi hanya bentang kabel dan tiang beton gedung kaca

Selengkapnya »
Ilustrasi Tiada Duka Atasmu dan Puisi Lainnya (www.pinterest.com)

Tiada Duka Atasmu dan Puisi Lainnya Karya Yasmin Nabilah

Tiada Duka Atasmu Penyair lain memungut puisi dari bibir kekasihku. Juliet, seharusnya kau tak mati karena cinta. Seketika aku tak begitu membenci Rita. Kekasihku menjadi muza bagi puisi-puisi lain, tapi persetan dengan sirine ambulan dan mobil polisi yang mengiung kencang di kepalaku, aku masih bisa mencium bau hujan yang kering,

Selengkapnya »
Ilustrasi Puisi 2008 dan Lainnya (www.pinterest.com)

2008 dan Puisi Lainnya Karya Agoy Tama

2008   di sekolah menengah pertama aku biasa saja: belajar matematika dengan giat dan belajar mati-matian dengan niat perihal cinta dan menulis sebuah surat.   di sekolah menengah pertama aku biasa saja: membilang siapa saja paling menarik dan menentukan siapa yang terbaik tentang perasaan dan sekadar fisik.   di sekolah

Selengkapnya »
DEWA777

DEWA777

DEWA777

DEWA777

DEWA777

DEWA777

DEWA777

DEWA777

DEWA777

DEWA777