Tiada Duka Atasmu dan Puisi Lainnya Karya Yasmin Nabilah

Ilustrasi Tiada Duka Atasmu dan Puisi Lainnya (www.pinterest.com)
Ilustrasi Tiada Duka Atasmu dan Puisi Lainnya

Tiada Duka Atasmu

Penyair lain memungut puisi dari bibir kekasihku.

Juliet, seharusnya kau tak mati karena cinta.
Seketika aku tak begitu membenci Rita.

Kekasihku menjadi muza bagi puisi-puisi lain,
tapi persetan dengan sirine ambulan dan mobil polisi
yang mengiung kencang di kepalaku,
aku masih bisa mencium bau hujan yang kering,
aroma roti mentega baru keluar dari oven,
dan semerbak wangi citrus dari lelaki meja sebelah
memakai earphone,
sibuk dengan Sherlock Holmes.

 

Pecinta paling Hebat ialah Orang Gila

Bagaimanapun memikirkannya,
bagiku cinta seperti dongeng, dan
lebih baik begitu saja.

Hanya orang gila mengisahkan
cinta tanpa cela—tapi memang
begitulah kita: memilih berlama-lama
tinggal di kepala yang lebih megah
dari ayat-ayat semesta.

Pecinta paling hebat ialah orang gila;
dilukiskannya puisi merah muda,
meletus di malam kembang kempis
ketika bulan meleleh madu
nan manis,

meleleh ke laut matanya sendiri,
tenggelam di rahasianya sendiri.

 

Mawar Merayu

Satu-satunya yang membuatku
tetap berjalan
di labirin mawar berduri,
ialah wangi janjimu
di antara bunga-bunga ini.

Masih kucari pohon mana
berbuah nanti
dari pasti yang kauberi.

Perlihatkan padaku tanda
lebih terang dari gemerlap bintang,
biar ku berlari
memetik arti teka-teki.

Atau, sebenarnya,
janji yang kautanam
tak pernah sungguh kaupupuk-siram,
sedang aku hanya berputar
di antara belukar
harapanku yang sukar?

Perlihatkan padaku tanda
lebih tajam dari kapak berdarah,
biar apa pun akhirnya,
‘kan kubabat memawar merah,
beraninya menutupi
muslihatmu yang madah.

 

Baca Juga: 2008 dan Puisi Lainnya Karya Agoy Tama

Baca Juga

Ilustrasi Puisi Masuk Kamus (www.pinterest.com)
Ilustrasi Pinterest
Picture of Yasmin Nabilah

Yasmin Nabilah

lahir di Cianjur pada 6 November 2000, telah jatuh cinta pada kata-kata sejak kecil. Baginya, menulis bukan sekadar hobi, melainkan cara mewujudkan kota di kepalanya—dunia yang ia bangun dengan diksi dan imajinasi. Kini, puisi-puisinya bernaung di akun Instagram @yasm.nab, tempat ia merawat anak-anak kata yang lahir dari pikirannya. Selain menulis, Yasmin juga aktif sebagai penggiat komunitas menulis Puan Beraksara, serta di divisi puisinya, Syair Puan Beraksara, terus berkontribusi dalam dunia sastra dengan penuh cinta dan dedikasi.