
Karet Gelang dan Puisi Lainnya dari Anik Hailaqhari
Karet Gelang Mama menggantung karet gelang di gagang pintu: merah, kuning, pucat, beberapa sudah retak di kulitnya. Setiap pulang pasar bertambah satu. Tak pernah dihitung. Siang tadi satu putus saat mengikat gula. Bekasnya merah di jari mama. Ia diam sebentar, lalu memilih lingkaran lain. Malam, pintu dibuka-tutup. Karet-karet itu berayun





