
Warteg Aero Bangkit, Penyelamat Mahasiswa Melarat Unair Surabaya
Kalau mendengar nama Surabaya, pasti yang terpikirkan adalah kata “mahal”. Itu yang saya pikirkan, jauh sebelum memutuskan untuk merantau ke sana. Nyatanya, memang begitu. Dibandingkan dengan Nganjuk, kota saya lahir, biaya hidup di sana jauh lebih murah. Sarapan nasi tiwul Rp3 ribu dan teh hangat Rp2ribu sudah bikin perut kenyang
