
Iman (?) dan Puisi Lainnya Karya Yasmin Nabilah
Iman (?) Pagi ini, di gudang paling lembap dan anyir rongga dadanya, ia menyembunyikan diri dari fatwa penuh nafsu dan gebu lewat mulut tetua kampung. (Ia bingung apa mulut bisa membunuh orang. Ia bersembunyi dengan tenang.) “Ibadahmu sedangkal air sawah, pantas Tuhan enggan mengalirkan berkah ke hatimu yang pepat sampah.”

