
Saat Kesusastraan Terus Bergejolak dengan Keuangan, Memilih Mutu Atau Uang Saku
Pengarang itu bernama Nasjah Djamin (1924-1997). Ia bertumbuh di Medan sebagai pembaca buku sebelum muncul di kancah sastra Indonesia. Ia memiliki babak terpenting sebagai peminjam dan pembaca buku di Medan menjelang berakhirnya pemerintahan kolonial Belanda, masa 1940-an. Ingatan silam: “DI Medan, bertebaran buku-buku saku yang terbit setiap tanggal 18. Harganya

