Category: Sastra

Ilustrasi Kusimpan Tangis dalam Saku Celana (www.pinterest.com)

Kusimpan Tangis dalam Saku Celana dan Puisi Lainnya Karya Bintang Prakasa

Jakarta dibuat Dari Puing-puing Kesedihan Jakarta seperti seorang ibu yang menangis. karena tak mampu melihat tumbuh kembang anaknya. kiamat telah menjemputnya terlalu cepat. seperti puing-puing kesedihan yang berserakan di kepala. ia tumbuh dengan rasa takut dan getir. hanya luka dan sepi yang menemaninya selama ini. begitulah jakarta seperti seseorang yang

Selengkapnya »
Ilustrasi Puisi Namamu di Halaman Terakhir (www.pinterest.com)

Namamu di Halaman Terakhir dan Puisi Lainnya Karya Fida Amarza

Namamu di Halaman Terakhir aku menulismu bukan di atas kertas tapi di dinding dada— yang setiap malam digigiti sepi dan adzan pertama. kau datang dari Timur, membawa bahasa yang hanya kau pahami, tapi aku tahu: matamu bicara lebih lantang dari seribu kitab tua. aku menulismu dengan kata-kata yang kugali dari

Selengkapnya »
Ilustrasi Cerpen Saldo Kosong adalah Maut (www.pinterest.com)

Saldo Kosong adalah Maut – Cerpen Karya Dody Widianto

Bercak mirip polkadot warna merah dengan ukuran berbeda seakan mengajakku bicara. Sebesar jempol kaki. Beberapa mirip bulatan kelereng, tetapi oval memanjang melebar ke sisi lain. Di sebelahnya, titik-titik bulat merah mirip deret semut berbaris memanjang. Menyusur di lantai kamar sebelah lemari kayu. Masker di hidung entah kenapa malah kubuka dari

Selengkapnya »
Ilustrasi Puisi Wayan Esa Bhaskara (www.pinterest.com)

Ruang Antri Pasien dan Puisi Lainnya Karya Wayan Esa Bhaskara

Ruang Antri Pasien mereka menanyaimu rasa-rasa yang mungkin kau sembunyikan mempertanyakan hal-hal yang kau lakukan sebelumnya mereka memeriksamu melacak perjalanan masa lalumu dari kursi itu aroma obat menggodamu, pada kenangan menahan rasa sakit sesekali ringisan anak kecil, memastikan sebagian ingatanmu mereka menyayangimu meski memelukmu sambil meneteskan air mata menahan rasa

Selengkapnya »
Ilustrasi Puisi Kenapa Aku Terus Terpaku (www.pinterest.com)

Kenapa Aku Terus Terpaku dan Puisi Lainnya Karya Windy Sherin

Kenapa aku terus terpaku aku menatap ke atas sana di langit tempat matahari tersematkan jangan dikira sedang mencari tuhan atau istri yang tak kunjung datang; itu mah cuma bualan iwan simatupang. dasar orang gila!   silau. perih. mataku berair. ini adalah cara alam mengatakan, “sudahlah, jangan sok keras kau.”  

Selengkapnya »
Ilustrasi Puisi Hujan Tidak Selalu di Bulan Juni (www.pinterest,com)

Hujan Tidak Selalu di Bulan Juni dan Puisi Lainnya Karya Lalu Ahmad Albani

Hujan Tidak Selalu di Bulan Juni aku tidak ingin mencintaimu dengan sederhana dengan syahadat disaksikan malaikat yang tidak sempat memberitahu Hawa bahwa yang merah manis tidak selalu berarti cinta aku tidak ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isak Adam selepas pembunuhan pertama Kain & Habel berselisih soal sesembahan bahwa yang diterima

Selengkapnya »