Category: Sastra

Ilustrasi Riuh dalam Senyap (www.freepik.com)

Riuh dalam Senyap – Cerpen Karya Yuditeha

Aku duduk di bangku kayu di tepi sungai berwarna pink keruh, dengan arusnya yang aneh, mengalir dari rendah ke tinggi. Airnya tampak tak wajar, dan riak-riaknya berbunyi seperti suara parau pria tua penjual buah di pasar, marah-marah tanpa alasan. Aku merasa tempat ini tak nyata, tapi tetap tinggal, seolah menunggu

Selengkapnya »
Ilustrasi Pinterest

Di Luar Juni dan Puisi Lainnya Karya Jasmine Noor

DI LUAR JUNI setiap malam bedebum saat lampu jalanan meredup dan suara kipas angin menjerit seperti hantu yang kelelahan percakapan kita beringsut dari sela dinding berjalan pelan di langit kamar menjelma samar doa yang entah kepada siapa harus sampai aku mendengarmu bicara dari seberang pematang sawah dengan lidah tak bertubuh

Selengkapnya »
Ilustrasi Pinterest

Absen – Cerpen Karya Yuditeha

Hari Rabu di SDN Sukamurni 3 terasa seperti hari yang tak ingin dijemput siapa pun. Matahari datang dengan malas, seperti penjaga kantin yang tahu anak-anak sudah kehabisan uang jajan sejak Selasa. Di ruang kelas 3C, kipas angin tua berputar lamban, berdecit seperti suara anak kecil yang lupa caranya tertawa. Kelas

Selengkapnya »
Ilustrasi Pinterest

Gedung Jagal – Cerpen Karya Satria Shendy

“Pasti gedung itu lagi,” kataku dalam hati. Aku sering mendengar cerita itu sebelum tidur. Tentang sebuah gedung yang bisa menghapus jejak kehidupan siapa pun yang digiring si penjaga ke sana. Mereka akan lenyap begitu saja, seolah sebelumnya memang tak pernah ada. Salah seorang teman, yang aku kenal ketika menginjakkan kaki

Selengkapnya »
Ilustrasi Pinterest

Enigma Poetica dan Puisi Lainnya Karya Pitrus Puspito

Enigma Poetica Puisi adalah teka-teki Cahaya yang membutakan dan gelap yang menerangi Puisi adalah kegelisahan Kesedihan yang meratap dan tawa yang menari-nari Puisi adalah kata mencari makna keberanian yang terancam dan sunyi yang membebaskan (Surakarta, 2025)   Summitatem Vitae Hidup tak mungkin menuliskan dirinya sendiri. Ia menyerahkan setengah lusin jarinya

Selengkapnya »