Category: Puisi

Ilustrasi Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara (www.pinterest.com)

Hari-hari Sebagai Buah dan Puisi Lainnya Karya Wayan Esa Bhaskara

HARI-HARI SEBAGAI BUAH buah apa yang setia menunggu hujan apakah warnanya akan lebih cerah, ataukah rasanya menjadi lebih pekat?   buah apa yang tekun merindu badai? mencatat segala angan yang terus hidup sepanjang hari   adakah buah paling bahagia bersua matahari, seperti sejoli jatuh hati?   aku baru saja berandai-andai

Selengkapnya »
Ilustrasi Selodiri dan Puisi Lainnya (www.pinterest.com)

Selodiri dan Puisi Lainnya Karya M. Najibur Rohman

Selodiri di bukit itu orang-orang kuno memanggul tandu berdiri membatu di atas punggung singa atau kuda menuju nirwana   seekor kura-kura bermata terang biru pergi ke tenggara berdiam di wuku   sapu lidi bertengger di pohon tabu menjadi nisan bagi kepulangan yang enggan   tembikar merah di dinding jurang meraung-raung

Selengkapnya »
Ilustrasi Puisi Tentang Pagi dan Lainnya (www.pinterest.com)

Tentang Pagi dan Puisi Lainnya Karya Pitrus Puspito

TENTANG PAGI Pagi yang sama masih menyebut-nyebut namamu di antara suhu rendah dan dedaun yang berembun di sela suara penjual roti yang itu-itu saja dan rutinitas burung-burung.   Pagi yang sama masih menandai hari ulang tahunmu pada kalender hadiah dari toko emas itu di antara hari-hari raya, hari besar nasional,

Selengkapnya »
Ilustrasi Kusimpan Tangis dalam Saku Celana (www.pinterest.com)

Kusimpan Tangis dalam Saku Celana dan Puisi Lainnya Karya Bintang Prakasa

Jakarta dibuat Dari Puing-puing Kesedihan Jakarta seperti seorang ibu yang menangis. karena tak mampu melihat tumbuh kembang anaknya. kiamat telah menjemputnya terlalu cepat. seperti puing-puing kesedihan yang berserakan di kepala. ia tumbuh dengan rasa takut dan getir. hanya luka dan sepi yang menemaninya selama ini. begitulah jakarta seperti seseorang yang

Selengkapnya »
Ilustrasi Puisi Namamu di Halaman Terakhir (www.pinterest.com)

Namamu di Halaman Terakhir dan Puisi Lainnya Karya Fida Amarza

Namamu di Halaman Terakhir aku menulismu bukan di atas kertas tapi di dinding dada— yang setiap malam digigiti sepi dan adzan pertama. kau datang dari Timur, membawa bahasa yang hanya kau pahami, tapi aku tahu: matamu bicara lebih lantang dari seribu kitab tua. aku menulismu dengan kata-kata yang kugali dari

Selengkapnya »
Ilustrasi Puisi Wayan Esa Bhaskara (www.pinterest.com)

Ruang Antri Pasien dan Puisi Lainnya Karya Wayan Esa Bhaskara

Ruang Antri Pasien mereka menanyaimu rasa-rasa yang mungkin kau sembunyikan mempertanyakan hal-hal yang kau lakukan sebelumnya mereka memeriksamu melacak perjalanan masa lalumu dari kursi itu aroma obat menggodamu, pada kenangan menahan rasa sakit sesekali ringisan anak kecil, memastikan sebagian ingatanmu mereka menyayangimu meski memelukmu sambil meneteskan air mata menahan rasa

Selengkapnya »