Category: Puisi

Ilustrasi Puisi Museum Trauma (www.pinterest.com)

Museum Trauma dan Puisi Lainnya Karya Sayyid Muhammad

Adalah benar, manusia punya luka masing-masing—dan puisi-puisi dalam Museum Trauma adalah undangan untuk menatap luka itu tanpa mengalihkan pandang. Mari rilis dan rayakan: sebab menyintas adalah bentuk paling jujur dari perayaan.   Museum Trauma I: Patung Berhentilah di depan patung ini sebelum kau langkahkan tafsir. Ia berdiri tanpa wajah karena

Selengkapnya »
Ilustrasi Karosel (www.pinterest.com)

Karosel dan Puisi Lainnya Karya Maulana Abdi Zahid

Karosel Waktu begitu menggeliat. Pagi ke pagi malam ke malam. Gambarmu begitu lekat seperti lumut. Rimbun menggerogoti serabut neuron di otakku. Mencumbu teguk anggur dengan mesra.   semata kebuntuan, mengingat canda candu tertanam liang dalam ingat yang lekat   Kasur lusuh membisik sendu. Alunan ilusi dan delusi begitu bingar, merongrong

Selengkapnya »
Ilustrasi Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara (www.pinterest.com)

Hari-hari Sebagai Buah dan Puisi Lainnya Karya Wayan Esa Bhaskara

HARI-HARI SEBAGAI BUAH buah apa yang setia menunggu hujan apakah warnanya akan lebih cerah, ataukah rasanya menjadi lebih pekat?   buah apa yang tekun merindu badai? mencatat segala angan yang terus hidup sepanjang hari   adakah buah paling bahagia bersua matahari, seperti sejoli jatuh hati?   aku baru saja berandai-andai

Selengkapnya »
Ilustrasi Selodiri dan Puisi Lainnya (www.pinterest.com)

Selodiri dan Puisi Lainnya Karya M. Najibur Rohman

Selodiri di bukit itu orang-orang kuno memanggul tandu berdiri membatu di atas punggung singa atau kuda menuju nirwana   seekor kura-kura bermata terang biru pergi ke tenggara berdiam di wuku   sapu lidi bertengger di pohon tabu menjadi nisan bagi kepulangan yang enggan   tembikar merah di dinding jurang meraung-raung

Selengkapnya »
Ilustrasi Puisi Tentang Pagi dan Lainnya (www.pinterest.com)

Tentang Pagi dan Puisi Lainnya Karya Pitrus Puspito

TENTANG PAGI Pagi yang sama masih menyebut-nyebut namamu di antara suhu rendah dan dedaun yang berembun di sela suara penjual roti yang itu-itu saja dan rutinitas burung-burung.   Pagi yang sama masih menandai hari ulang tahunmu pada kalender hadiah dari toko emas itu di antara hari-hari raya, hari besar nasional,

Selengkapnya »
Ilustrasi Kusimpan Tangis dalam Saku Celana (www.pinterest.com)

Kusimpan Tangis dalam Saku Celana dan Puisi Lainnya Karya Bintang Prakasa

Jakarta dibuat Dari Puing-puing Kesedihan Jakarta seperti seorang ibu yang menangis. karena tak mampu melihat tumbuh kembang anaknya. kiamat telah menjemputnya terlalu cepat. seperti puing-puing kesedihan yang berserakan di kepala. ia tumbuh dengan rasa takut dan getir. hanya luka dan sepi yang menemaninya selama ini. begitulah jakarta seperti seseorang yang

Selengkapnya »
DEWA777

DEWA777

DEWA777

DEWA777

DEWA777

DEWA777

DEWA777

DEWA777

DEWA777

DEWA777