MENGELUPAS MENGULITINYA
pena di tangannya
lebih berkilat dari pedang seremonial
menorehkan kalimat
yang membuat meja kayu itu
bergetar
kertas bergetar
suara bergetar
seperti belati dicabut dari sarungnya
ia tertawa haha-haha-haha
menyobek udara yang penuh cemooh
dan membiarkan penindasan
menunduk ke lantai
tatapan meremehkan runtuh
satu per satu
seperti cat dinding yang mengelupas
mengulitinya
pecah
ambruk
selamanya
(2025)
__
/ LUKA SOSIAL /
tu—
buh
= museum trauma =
pajangan: memar / rahim / ingatan
(dipajang di etalase kota,
dilihat—enggan dibela)
ko—
ta
/ penjara tanpa jeruji /
menyimpan sisa jerit
di bawah aspal
aroma besi & darah—
ditutupi alasan feminisme
ia—
menyetel api kecil di dada
(klik)
nyala itu tak padam
menjalar
menjalar
menjalar
/ obor /
bagi tubuh-tubuh lain
yang masih dipersekusi.
(2025)
__
PEREMPUAN YANG MENUKAR TIDURNYA
kau akan mati. kita akan mati, jika tiada suara yang menghantam tembok ini. maka perempuan itu berdiri menukar tidurnya. berjaga di pintu keadilan. menuturkan kematian wajah-wajah yang diarsipkan tanpa kubur. tentang tumbuh seorang anak dengan nama bapak yang kini menjelma sirkuit tanda tanya. membawa luka mereka
sebagai senjata. mengiris kebisuan seperti pisau di daging busuk. mengeluarkan bau
yang tak lagi muat di hidung penguasa. setiap suku kata adalah peluru tanpa mesiu. menembusi ketakutan. mengakari seluruh badan. menjadi satu-satunya dayung saat
sampan harapan dibiarkan karam. wahai penguasa. berapa nyawa lagi harus tumbang. sebelum kau menyebutnya pelanggaran? berapa rahim harus kau jahit dengan kawat berduri. agar mulut kami tak melahirkan kebenaran? sedetik saja. jenguk matanya. yang memanggul seribu jeritan. biar sejarah tahu. kebohongan dipelihara melebihi hewan kesayangan.
(2025)
__
PEREMPUAN DAN AGAMANYA
jilbab disebut pagar
seakan rambutnya adalah maling
doa terkunci di mulut
karena lidahnya dianggap racun
kitab-kitab dibaca
hanya dari satu arah:
suara lelaki
yang memonopoli surga
perempuan itu menunduk
mendengar namanya dipotong-potong
menjadi syarat
dikalungi fatwa
berbelas larangan
ia mengutuk udara
menahan sesak
menuliskan ayat baru
dengan napasnya sendiri.
(2025)
___
JEJAK LELUHUR DI PUNDAK PEREMPUAN
kain tenun di pundak
tak sekadar motif
peta luka
adalah jejak leluhur
yang dilipat industri pariwisata
nyanyian tua
terkubur
deru mesin
& baliho pemilu
tanah leluhur
dilego meteran
terbungkus sertifikat
dibagi rata oleh investor
ia menjahit kembali
identitasnya
dari sisa-sisa benang
lalu menjualnya mahal
ke butik pusat kota
biar modernitas
belajar membayar hutang.
(2025)
__
