Category: Sastra

Tanpa Judul dan Puisi Lainnya Karya Adnan Arinal Haq

Tanpa judul   ​Melihat taburan kepedulian di atas instansi kematian hanyalah suatu hal lazim bagi. imajinatif malaikat. ​Berseberangan di bawah rak sepatu TPU, seseorang mengeming:  “Wajah-wajah ayat sekarang terdengar lirih & suaka iblis elektronik menghantui kenalan sukma semasa kecil dulu & memasak tumisan senyum bayangan lalu.” ​Wajah itu menatap sentimen, napasnya

Selengkapnya »

Kota Tua dan Puisi Lainnya Karya Pitrus Puspito

KOTA TUA O, langit tua  di kota yang renta   Tak ada capung dan kupu-kupu di antara bunga liar penuh debu itu hanya derap langkah kaki terburu-buru tanpa ucap sapa, tanpa ramah gurau   Burung-burung tak memiliki pohon yang semestinya mereka kunjungi hanya bentang kabel dan tiang beton gedung kaca

Selengkapnya »
Ilustrasi Tiada Duka Atasmu dan Puisi Lainnya (www.pinterest.com)

Tiada Duka Atasmu dan Puisi Lainnya Karya Yasmin Nabilah

Tiada Duka Atasmu Penyair lain memungut puisi dari bibir kekasihku. Juliet, seharusnya kau tak mati karena cinta. Seketika aku tak begitu membenci Rita. Kekasihku menjadi muza bagi puisi-puisi lain, tapi persetan dengan sirine ambulan dan mobil polisi yang mengiung kencang di kepalaku, aku masih bisa mencium bau hujan yang kering,

Selengkapnya »
Ilustrasi Puisi 2008 dan Lainnya (www.pinterest.com)

2008 dan Puisi Lainnya Karya Agoy Tama

2008   di sekolah menengah pertama aku biasa saja: belajar matematika dengan giat dan belajar mati-matian dengan niat perihal cinta dan menulis sebuah surat.   di sekolah menengah pertama aku biasa saja: membilang siapa saja paling menarik dan menentukan siapa yang terbaik tentang perasaan dan sekadar fisik.   di sekolah

Selengkapnya »
Ilustrasi Gigs (www.pinterest.com)

Gigs – Cerpen Karya Heri Haliling

Pria di depanku ini beda. Senyumnya yang ku yakin jebakan itu mengundang keheranan.  Sejatinya malam ini semua koloninya telah kami cekal. Namun sekali lagi, senyum menjijikkan itu pada dasarnya ia sematkan sebagai suatu ejekan. “Ceritakan peranmu di perkumpulan laknat itu!” perintahku sebal tertahan-tahan. Nyala lampu berombak sebab embusan udara dari

Selengkapnya »
Ilustrasi Cerpen Langkah yang Tertinggal (www.pinterest.com)

Langkah yang Tertinggal di Hujan – Cerpen Firma Rahma

Hujan turun sejak pagi, seperti seseorang yang terlalu rindu untuk berhenti menangis. Jalanan kota tampak kelabu, memantulkan bayangan orang-orang yang bergegas mencari tempat berteduh. Di antara langkah terburu itu, seorang pria berjalan tanpa payung — langkahnya pelan tapi pasti, seolah sedang mengikuti sesuatu yang hanya dia sendiri tahu. Namanya Nara.

Selengkapnya »