Category: Puisi

Ilustrasi Puisi Alma Neira (www.pinterest.com)

Di Bawah Redup Lampu Jalan dan Puisi Lainnya Karya Alma Neira

Di Bawah Redup Lampu Jalan kita berserakan di antara redup lampu jalan kuserahkan malam padamu kuhaturkan taman mimpi indahku   tersesatlah mungkin aku dalam kebiruan yang tak kau suguhkan di saat terakhir di saat kita menjelma sepasang anak kecil   yang entah ke mana harus pulang selain menengadah di tengah

Selengkapnya »
Ilustrasi Puisi Jasmine Noor (www.pinterest.com)

Luka Sosial dan Puisi Lainnya Karya Jasmine Noor

MENGELUPAS MENGULITINYA pena di tangannya lebih berkilat dari pedang seremonial menorehkan kalimat yang membuat meja kayu itu bergetar kertas bergetar suara bergetar seperti belati dicabut dari sarungnya ia tertawa haha-haha-haha menyobek udara yang penuh cemooh dan membiarkan penindasan menunduk ke lantai   tatapan meremehkan runtuh satu per satu seperti cat

Selengkapnya »
Ilustrasi Puisi Senin, selasa, jakarta dan puisi lainnya (www.pinterest.com)

Senin, Selasa, Jakarta dan Puisi Lainnya Karya Bintang Prakasa

senin, selasa, jakarta akhir-akhir ini jakarta sedang asyik menjilati tangisnya yang gerimis.   seperti seseorang yang merasa asing di tubuhnya sendiri.   ia tak udah-udah menjadi sosok menyebalkan saat sedang flu begini mirip remot tv yang selalu hilang saat dicari.   belum lagi soal macet jalanan jelek becek dan orang-orang

Selengkapnya »
Ilustrasi Wajah-wajah Mahasiswa (www.pinterest.com)

Puisi Wajah-wajah Mahasiswa Karya Maria Utami

CV yang Selalu Update Di kampus ini ada dua jenis atlet utama yang satu lari mengejar SKS, seminar, dan beasiswa. CV-nya lebih tebal dari buku diktat paling seram ia bercita-cita jadi menteri sebelum wisuda tiba.   Satunya lagi adalah atlet lari juga dari gerbang depan langsung ke gerbang belakang. Kampus

Selengkapnya »
Ilustrasi Puisi Museum Trauma (www.pinterest.com)

Museum Trauma dan Puisi Lainnya Karya Sayyid Muhammad

Adalah benar, manusia punya luka masing-masing—dan puisi-puisi dalam Museum Trauma adalah undangan untuk menatap luka itu tanpa mengalihkan pandang. Mari rilis dan rayakan: sebab menyintas adalah bentuk paling jujur dari perayaan.   Museum Trauma I: Patung Berhentilah di depan patung ini sebelum kau langkahkan tafsir. Ia berdiri tanpa wajah karena

Selengkapnya »
Ilustrasi Karosel (www.pinterest.com)

Karosel dan Puisi Lainnya Karya Maulana Abdi Zahid

Karosel Waktu begitu menggeliat. Pagi ke pagi malam ke malam. Gambarmu begitu lekat seperti lumut. Rimbun menggerogoti serabut neuron di otakku. Mencumbu teguk anggur dengan mesra.   semata kebuntuan, mengingat canda candu tertanam liang dalam ingat yang lekat   Kasur lusuh membisik sendu. Alunan ilusi dan delusi begitu bingar, merongrong

Selengkapnya »