Di Bawah Redup Lampu Jalan dan Puisi Lainnya Karya Alma Neira

Ilustrasi Puisi Alma Neira (www.pinterest.com)
Ilustrasi Puisi Alma Neira

Di Bawah Redup Lampu Jalan

kita berserakan di antara redup lampu jalan

kuserahkan malam padamu

kuhaturkan taman mimpi indahku

 

tersesatlah mungkin aku dalam kebiruan

yang tak kau suguhkan di saat terakhir

di saat kita menjelma sepasang anak kecil

 

yang entah ke mana harus pulang

selain menengadah

di tengah kerisauan

 

Berlumut di Laut Pikiranmu

namun aku ingin bertanya

pada alam, pada bumi, pada rahim

dengan warna apa kau dilukiskan

 

bintang-bintang tenggelam

kabut-kabut tergenang

tersisa aku di tengah sekarat

yang menolak hanyut

dari wajahmu

 

kudayung mata ini

menuju sepimu

hingga sepiku

berlumut

di laut pikiranmu

 

Betapa Kita

betapa liar dan memabukkan

saat secangkir puisi darimu

kutenggak hingga hilang

seluruh kesadaran

 

betapa cinta seperti tinta hitam

yang tak bermakna apa-apa

tanpa mawar putih yang sedia

dijarah keluguannya

 

betapa kita adam dan hawa

yang mati di pukul dua

dicekik rindu yang buta

mengeja hatinya

 

Nun Jauh di dalam Aku

1/

nun jauh di dalam aku

terbitlah kapal-kapal

tanpa nahkoda

 

tak mengucap salam

tak mengetuk pintu

hanya meminta tempat

bila sewaktu-waktu

aku pasrah pada hidupku

 

dan aku mulai mengemis

memohon dan menjerit

agar kau memaksaku

meruntuhkan kemahabesaran

ego keperempuananku

 

2/

matikan aku dari mimpi buruk itu!

datanglah kau pujangga

di pelabuhan terakhirku

 

karamkanlah beribu kapal

yang berusaha merenggut

kemahatinggian cintaku,

hatiku, jiwa, dan tubuhku

 

yang kuhormati setengah mati

yang kujaga dengan hati-hati

betapa cinta bernilai tinggi

dan kuhargai di sisa hidup

yang kumiliki

 

Baca Juga: Luka Sosial dan Puisi Lainnya Karya Jasmine Noor

Baca Juga

Picture of Alma Neira

Alma Neira

Asal Tasikmalaya, dapat dijumpai di Instagram: almaneira_