Category: Sastra

Ilustrasi Puisi Gerimis di dalam Dompet dan Puisi Lainnya karya Maria Utami (www.pinterest.com)

Gerimis di Dalam Dompet dan Puisi Lainnya Karya Maria Utami

Gerimis di dalam Dompet Gajiku adalah selembar kertas pucat yang pemalu, datang sebulan sekali dengan langkah ragu-ragu. Angka-angkanya serupa bisikan yang nyaris tak terdengar oleh riuh pasar yang memanggil-manggil namaku. Di sana, harga-harga berteriak lebih lantang dari doaku; cabai, telur, dan beras menjadi hakim yang tampil garang.   Nominal di

Selengkapnya »
Cerpen Jendela yang Menghadap Barat (www.pinterest.com)

Jendela yang Menghadap Barat – Cerpen Karya Nur Salwa Aryantika

Rumah itu berdiri di ujung gang kecil, sedikit menyendiri dari deretan rumah-rumah lainnya. Beberapa bagian atap terlihat rapuh dan warna dindingnya sudah memudar. Siapapun yang melihat rumah itu pasti akan tahu bahwa rumah itu sudah tua. Dari luar, rumah itu terlihat biasa saja, seperti rumah tua kebanyakan. Namun, ada satu

Selengkapnya »
Ilustrasi Cerpen Racun Icang (www.pinterest.com)

Racun Icang – Cerpen Karya Amanina Rasyid Wiyani

Matanya yang berkaca-kaca. Memandang jelas dengan pasrah ke sekumpulan polisi. Senyum menyeringai itu tak memberi kesempatan sedikit pun rasa takut untuk unjuk diri—namun matanya. Silaunya. Lebih mampu menanamkan kesedihan di hatiku. Ia tidak bersalah. Perempuan itu tidak bersalah. Tak mungkin ia meracuni Tete Iyak Aku percaya walau besok matahari terpecah

Selengkapnya »
Ilustrasi Biram (www.pinterest.com)

BIRAM – Cerpen Karya Sang Rindu

Fajar mulai meraba nyenyat, bahkan malam seakan taat dan perlahan tanggalkan semat. Di bawah kaki langit, tepat pada rumah tua di sudut kota dengan dingin yang menyengat, Djimakit sedang sibuk bergulat bersama kuas dan harkat. “Berhenti menatapku dengan tatapan mencemooh. Apa kamu lupa, So? Kamu dan aku sama-sama makan dari

Selengkapnya »
Ilustrasi Puisi Alma Neira (www.pinterest.com)

Di Bawah Redup Lampu Jalan dan Puisi Lainnya Karya Alma Neira

Di Bawah Redup Lampu Jalan kita berserakan di antara redup lampu jalan kuserahkan malam padamu kuhaturkan taman mimpi indahku   tersesatlah mungkin aku dalam kebiruan yang tak kau suguhkan di saat terakhir di saat kita menjelma sepasang anak kecil   yang entah ke mana harus pulang selain menengadah di tengah

Selengkapnya »